ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PADA PASIEN DISPEPSIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TINGKAT II PUTRI HIJAU KESDAM I/BB MEDAN TAHUN 2022
Keywords:
Analisis, Efektivitas, Biaya, Omeprazol, Lansoprazol, pantoprazol, DispepsiaAbstract
Rasa tidak nyaman atau perih di ulu hati, mual merupakan gejala klinis Dispepsia. Gangguan pada saluran pencernaan tersebut biasanya disebabkan karena terlalu banyak minum atau makan, kebiasaan salah dalam cara menguyah, menelan udara ketika makan atau disebabkan karena penggunaan obat yang dapat merangsang lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya medis langsung pemakaian obat golongan PPI dan jenisnya yang sering dipakai pada pengobatan dispepsia di RSUD RA Kartini Jepara. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan ukuran waktu retrospektif yang diambil dari catatan Medik RSUD RA Kartini Jepara dengan menggunakan metode ACER . Hasilnya menunjukkan dalam jangka waktu tahun 2019 – 2020 terdapat 100 pasien rawat inap dengan diagnosa dispepsia. Besar biaya medis langsung penggunaan obat omeprazole dilihat dari nilai ACER sebesar Rp. 383.399,91/hari, pantoprazol bernilai Rp. 439.324,122/hari dan lansoprazol sebesar Rp. 667.321.019/hari. Jenis obat PPI yang sering digunakan adalah obat omeprazole 71%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat omeprazole memiliki biaya analisis paling minimal yaitu sebesar Rp. 383.399,91 dibandingkan dengan pantoprazole sebesar Rp. 439.324,122 dan lansoprazol sebesar Rp. 667.321.019.
