PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI KELURAHAN DATARAN TINGGI LINGKUNGAN III KEC. BINJAI TIMUR TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.65279/jkbb.v9i1%20Juni.210Abstract
Asam urat merupakan hasil akhir proses metabolisme purin yaitu suatu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Gangguan metabolisme yang mendasarkan asam urat adalah hiperurisemia yang didefinisikan sebagai peningkatan kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl untuk pria dan 6,0 ml/dl untuk wanita. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi nya dengan meminum air rebusan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu jenis penelitian untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam tersebut terhadap penurunan kadar asam urat. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahan Dataran Tinggi Kec.Binjai Timur Lingkungan III Tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah penderita asam urat dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang berusia 40-59 tahun dan tidak meminum obat allupurinol. Metode penelitian yang digunakan pretest-post test one grub design. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan oleh peneliti terhadap responden dan melakukan observasi. Hasil penelitian dengan menggunakan uji parametrik uji paired t-test di dapat nilai p Value sebesar (0,001) < α (0,05), dengan begitu terdapat pengaruh yang signifikan pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita gout arthritis. Dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif komplementer untuk menurunkan kadar asam urat.
