TINGKAT KERUSAKAN INTELEKTUAL PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BINJAI TAHUN 2021
Keywords:
Kerusakan, Intelektual,, Lansia,Abstract
Proses menua yang dialami lansia menyebabkan mereka mengalami berbagai macam masalah kesehatan jiwa seperti perasaan sedih, cemas, kesepian, mudah tersinggung, termasuk dalam kerusakan intelektual atau dikenal dengan demensia. Kerusakan intelektual merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi rusaknya fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan interlektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel berbentuk “convienance sampling”, yaitu teknik penetapan sampel dengan cara atas pertimbangan peneliti karena mengingat singkatnya waktu dan dana yang tersedia. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 17 responden atau sekitar 10% dari jumlah populasi yang ada. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa berdasarkan usia, lansia yang memiliki tingkat intelektual yang masih utuh ada 4 orang (23,5%), tingkat kerusakan intelektual kategori sedang asa 3 orang (17,6%), tingkat kerusakan intelektual kategori ringan ada 4 orang (23,5%) dan kategori Berat ada 6 orang (35,3%). Berdasarkan Pendidikan bahwa tingkat intelektual yang masih utuh ada 1 orang (5,6%), tingkat kerusakan intelektual kategori sedang ada 4 orang (23,5%), tingkat kerusakan intelektual kategori ringan ada 5 orang (29,4%) dan kategori berat ada 7 orang (41,2%). Berdasarkan pekerjaan ada 3 orang (17,6%) tergolong kategori utuh, yanag tergolong kategori sedang ada 3 orang (17,6%), yang tergolong kategori ringan ada 6 orang (35,3%) dan kategori berat ada 6 orang (35,3%). Secara keseluruhan dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa lansia yang memiliki tingkat intelektual yang utuh ada 1 orang (5,88%), tingkat kerusakan intelektual kategori ringan ada 4 orang (23,53%), tingkat kerusakan intelektual kategori sedang ada 4 orang (23,53%) dan tingkat kerusakan intektual kategori berat ada 8 orang (47,06%).
