Edukasi dan Implementasi Pemberian Cairan Oralite untuk Mengatasi Dehidrasi pada Balita dengan Diare di Puskesmas Rambung Kota Binjai

Authors

  • Marlianna Ginting Akper Kesdam I/BB Binjai
  • Julianto

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama anak-anak di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Data WHO dan UNICEF tahun 2024 mencatat bahwa diare menyebabkan sekitar 443.832 kematian setiap tahun pada anak di bawah usia lima tahun. Mengingat peran ibu sebagai pengasuh utama dalam keluarga, pengetahuan dan perilaku mereka terhadap penanganan awal diare menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan komplikasi yang lebih serius. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku ibu mengenai pemberian cairan dehidrasi oral sebagai penanganan awal diare pada anak. Penelitian ini merupakan studi potong lintang. Sebanyak 72 responden yang memiliki anak berusia di bawah 12 tahun dipilih menggunakan teknik purposive non random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup 6 pertanyaan pengetahuan dan 5 pertanyaan perilak. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 48,6% responden tahu tanda dehidrasi; 58,3% tahu bahwa cairan dehidrasi oral adalah penanganan awal diare, dan 41,7% responden tahu diperlukan suplemen zinc. Selain itu didapatkan juga bahwa 19,4% responden menyediakan oralit di rumah, namun 52,8% responden akan memberikan larutan gula garam apabila oralit tidak tersedia. Tingkat pengetahuan dan perilaku ibu terkait pemberian cairan dehidrasi oral masih bervariasi. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan akses yang lebih baik terhadap oralit dan zinc sangat diperlukan untuk meningkatkan penanganan awal diare pada anak.

Kata kunci: Diare, cairan rehidrasi oral, kesehatan anak, suplementasi zinc.

Downloads

Published

2026-07-20