PROMOSI KESEHATAN BERTAJUK PENCEGAHAN STUNTING SEJAK HAMIL DI KELURAHAN PUJIDADI BINJAI TAHUN 2022
Keywords:
StuntingAbstract
Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang, ditunjukkan dengan nilai z-score TB/U kurang dari -2SD. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih tinggi terutama pada usia 12-59 bulan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya stunting pada balitabalita yang mendapatkan pola asuh yang kurang baik 66.7% menderita stunting. Balita yang pendapatan keluarganya yang kurang baik 42.1% menderita stunting. Tingkat pendidikan ibu yang rendah 37.5% balitanya menderita stunting. Balita yang memiliki jumlah keluarga yang lebih dari lima orang 52.4% menderita stunting. Balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi 62.9 % menderita stunting. Balita yang pernah menderita ISPA saja dalam 6 bulan terkhir 66.7 % menderita stunting. Balita yang tidak memanfaatkan pelayanan posyandu 60.9 % menderita stunting. Ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI (OR = 0,269), pola asuh gizi (OR = 3.63), riwayat penyakit infeksi (OR 3.868) dengan Kejadian Stunting. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga, tingkat pendidikan ibu, jumlah keluarga, pemanfaatan pelayanan posyandu dengan Kejadian Stunting. Faktor dominan penyebab terjadinya stunting adalah pola asuh gizi.
